Hanya Dengan Microsoft Excel, Lukisan Kakek 77 Tahun Ini Banyak Mendapat Pujian

  • Whatsapp

Menjadi seorang pelukis, tak hanya selalu mengandalkan kuas sebagai alat untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas mereka. Dengan berkembangnya jaman sekarang ini banyak cara yang dibisa dilakukan sebagai alat untuk melukis, tak heran pelukis memutas akal mereka untuk menggambar dengan cara yang tidak biasa. Salah satu nya Tatsuo Horiuchi dari Nagano, Jepang. Pensiunan berusia 77 tahun ini menikmati masa tuanya dengan melukis karya-karya yang dibuatnya sendiri. Namun, karena keterbatasan biaya, ia hanya memanfaatkan komputernya secara maksimal untuk menggambar.

Kakek 77 tahun ini tidak menggunakan paint melainkan Aplikasi yang ia gunakan adalah Microsoft Excel. Program itu sudah tak asing terdengar, program itu sering digunakan dalam menghitung, dan meginput data, serta angka dan grafik. Namun, menurut Horiuchi, Microsoft Excel adalah kanvasnya dalam melukis dan hasil benar-benar menakjubkan. Saat penisun Horiuchi yakin dapat menghabiskan waktunya dalam melukis. Hanya saja ia tak mau menghabiskan banyak uangnya untuk mempersiapkan cat dan alat lukis lainnya yang terbilang sangat mahal untuk menggambar lukisan tradisional.

Read More

banner 300250

“Ketika aku memulai hal ini aku berpikir menantang diriku untuk membuat sesuatu yang eksperimental. Bagaimana aku menggambar melalui komputerku?” kata Horiuchi. Pria itu menggambar dengan komputernya sejak tahun 2000. Sebenarnya pada saat itu terdapat software untuk menggambar dan bisa langsung diinstal dikomputernya. Hanya saja, ia bertekad tak mengeluarkan uang dalam pengerjaan proyek miliknya. Kebetulan hanya program Excel yang tersedia dikomputernya, Horiuchi menggunakan fitur line tool dan bucket tool untuk melukis.

Fitur line tool digunakan untuk menggambar garis, ia gunakan untuk menciptakan bentuk dasar seperti gunung dan pepohonan. Sedangkan, bucket tool ia gunakan untuk memberikan warna dalam gambarnya.

Tentu saja, kemampuan dalam menggambar menggunakan excel tak didapat begitu saja. Ia perlu menghambiskan banyak waktu untuk berlatih dan bereksperimen untuk sukses menggambar. Apalagi tak pernah ada yang bereskperimen menggambar dalam aplikasi program Excel sebelumnya. Untuk itu, Horiuchi merasa serius menekuninya meskipun sejumlah orang di sekitarnya meragukan usahanya.

“Ada banyak orang yang mengejekku, katanya ‘mengapa kamu berusaha kepada sesuatu yang tidak berguna, apakah kamu bodoh?’ lalu aku menjawab ya aku bodoh,” sahut Horiuchi. Meskipun banyak orang yang mengejek dan menyepelekannya, tetapi ia menciptakan hasil yang memukai banyak orang.

Horiuchi sebelumnya membuat target agar semua jerih payahnya dapat berhasil. Menurutnya 10 tahun ke depan sejak tahun 2000, ia akan menunjukkan kepada orang-orang bahwa ia akan membuat sesuatu yang layak dari karyanya.

Dan targetnya benar berhasil tercapai. Bahkan jika melihat karyanya banyak orang akan terpukau dan tak pernah menyangka bahwa lukisannya dibuat dalam program aplikasi data kalkulasi.

Bisa dibilang karya Hirouchi sendiri sangat inovatif. Ia layak dijuluki sebagai seorang seniman karena ia berusaha menabrak batasnya dan menekuni suatu hal yang belum bisa dilakukan oleh banyak orang lainnya. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Michelangelo of Microsoft Excel.

Walaupun ia sudah mulai merasa mudah dan nyaman melukis melalui Excel, Houruchi sendiri menganggap bahwa menjual lukisan bukanlah perkara yang mudah. Namun, pria tua itu mengapresiasi setiap orang yang akan membeli lukisannya.

Setelah karya seni miliknya banyak diketahui media, namanya semakin terkenal dan banyak orang yang berusaha untuk membeli lukisan miliknya itu. Pada Tahun 200, Horiuchi pernah memenangkan Excel Autshape Art Contest. Sejak itulah dia mulai mendapat pengakuan dari dunia seni. Karya milikny ajuga dipamerkan di Museum Seni Gunma.

Related posts

Loading...