Matre Dan Berengsek Adalah Sifat Turunan

  • Whatsapp

Sindiran kasar dari wanita yang patah hati sering kali terdengar akrab ditelinga : “Cowok itu kalo nggak berengsek, ya homo!” Kalimat itu terucap dari mulut perempuan yang sedang patah hati, melihat pacarnya menjalin cinta dengan orang lain. Apa benar semua cowok itu berengsek?

Kayaknya enggak juga. Itu hanya generalisasi berlebihan. Masih banyak kok cowok diluar sana yang baik. Tetapi, jika kita masuk kedalam pikirannya, sepertinya memang betul semua cowok itu berengsek.

Read More

banner 300250

Saya berani bertaruh semua pria pernah membayangkan hal yang mersum lebih dari 5 perempuan lain. Bedanya, pria berengsek itu berani merealisasikan fantasinya, sedang pria baik enggak. Ya, ada juga cowok yang kuat dalam prinsipnya walaupun jumlahnya minim.

Memangnya tidak ada perepmuan yang berengsek? Tentu pasti ada. Tapi, kalau dilihat dari rata-rata, jumlah pria berengsek lebih banyak dibanding perempuan. Makanya muncul istilah yang dikenal dengan ‘lelaki hidung belang’.

Apakah artinya semua perempuan pada dasarnya lebih baik dari pria? Tidak juga. Kalau mau adil, dibandingkan jumlah wanita matrek dibandingkan cowok matre. Mana coba yang lebih banyak? dapat dilihat sendiri lingkungan sehari-harinya. Berapa banyak perempuan yang ninggalin pacarnya dan menikah dengan pria yang lebih mapan?

Berengsek itu Warisan Evolusioner!

Suatu bidang ilmu pengetahuan yang cukup fokus mendalami perbedaan gender pada manusia. Dalam bidang itu adalah psikologi evolusioner. Namanya memang tidak sepopuler psikoanalisis, tetapi perkembangannya hingga dua dekade terakhir sangat mengesankan. Psikologi evolusioner memiliki masa depan yang cerah!

Sebelum memahami lebih jauh tentang psikologi evolusioner, kita juga perlu untuk memahami besar evolusi. Kata kuncinya adalah bertahan hidup dan mewariskan gennya pada keturunan dengan reproduksi.

Manusi di zaman modern sudah hidup kurang lebih selama 70.000 tahun, sedangkan sistem modern kehidupan sosial seperti saat ini paling-paling baru 2000-3000 tahun. Belum sampai 1/4 dalam kehidupan panjang evolusioner manusia.

Jadi kita harus menggunakan kacamata manusia-manusia ‘primitif’ dalam memahami mekanisme psikologis. Menurut ahli evolusioner, secara fisik maupun psikologis, kita masih berada pada era yang disebut dengan manusia pemburu dan pengumpul ribuan tahun yang lalu.

Itulah sebuah alasan kenapa, kita takut gelap, ketinggian, hewan buas, dan lain sebagainya. Sebab itu tertanam dalam informasi evolusioner kita. Mungkin di situlah letak alam bawah sadar manusia. Ia adalah informasi genetis yang diturunkan secara turun-temurun.

Langsung saja kita masuk ke pokok permasalahan. Mengapa ada perbedaan kualitas antara pria dan wanita? Wanita menginvestasikan lebih banyak waktu dan tenaga dalam mengurus anak. 9 bulan berada dikandungan dan juga harus mengurus rumah tangga secara mandiri

Berapa banyak investasi pria? Hanya perlu 10 menit atau bahkan tidak sampai semenit untuk kamu yang ejakulasi dini. Sangat sedikit investasinya, setelah itu harap-harap cemas apakah spermanya berhasil untuk masuk ke sel telur. Jawabannya bisa jadi enggak.

Kenapa bisa perempuan berani berinvestasi banyak? Karena perempuan membawa calon anak. Konsekuensinya sangat besar, calon anak yang dikandung harus 100% adalah anaknya.

Perempuan sudah pasti menurunkan 50% gennya pada anaknya. Sedang pria belum tentu bisa yakin calon anak anak yang dikandung mebawa 50% gen miliknya. Apalagi jika kekasihnya pelakor. Harus rajin-rajin dalam berdoa dan yakin saja bahwa kekasihnya adalah wanita baik-baik.

Karena rasa takut bahwa kekasihnya itu tidak mengandung anaknya, pria juga mengubah kemampuannya secara perlahan. Para pria mengembangkan kemampuannya untuk cenderung menyemprotkan spermanya ke banyak wanita.

Kurang lebih seperti ini kemampuan yang dikembangkan si pria : “Sumbangkan sedikit saja waktumu untuk satu perempuan. Dia belum tentu bisa mengandung anakmu! Semprokan spermamu ke banyak mungkin vagia. Kalau semprot ke 50 wanita, masak iya satu aja enggak jadi?”

Dengan begitu, pria lebih bisa memastikan ada gen yang mengalir di calon bayi yang dikandung kekasihnya. Secara evolusi, pria beruntung dengag kemampuan ini.

Pria lebih mungkin untuk berselingkuh dan memiliki banyak pasangan hubungan intim. Sedangkan wanita cenderung untuk memiliki satu pasangan saja, yang dapat membantu merawat anak.

Mungkin inilah alasan dibalik banyak pria yang melakukan pelecehan terhadap wanita, karena pria secara naluri mudah terbawa nafsu untuk berinvestasi ke banyak wanita. Jadi jangan kaget kalau pria melihat perempuan yang seksi sedikit saja sudah berpaling. Ya, memang sudah bawaannya seperti itu, memang menjadi berengsek itu warisan turun-temurun.

Karena juga membutuhkan wanita yang lama untuk merawat anak, perempuan juga harus menyeleksi pria dengan sangat teliti dan memanstikan bahwa gen yang menurun ke anaknya adalah gen yang terbaik.

Padahal, perempuan hanya bisa menghasilkan 20 anak. Tetapi resikonya sangatlah tinggi. Lebih menguntungkan kalau berinvestasi satu anak, tapi benar-benar terjaga kualitasnya dan bisa meneruskan gennya kekuturunannya.

Jadi, secara evolusioner, pria sangat diuntungkan jika hanya menyemprotkan sperma ke banyak wanita. Lalu lekai hidung belakang muncul. Sedangkan, wanita diuntungkan jika bisa mendapatkan pria yang memiliki sumber daya dan kekuatan yang banyak. Dengan pasangan yang seperti itu, perempuan juga menumbuhkan anak-anak yang kuat dan siap untuk meneruskan gennya.

Perempuan juga harus menyeleksi pria yang dapat memberikannya perlindungan dan sumber daya, untuk bisa membuat keturunannya bertahan hidup. Kalau dia memilih pria yang lemah, tak akan mampu menyediakan sumber daya, dia dan anaknya bisa terancam mati.

Pria yang ingin mendapatkan perempuan yang otomatis harus memiliki sumber daya yang bagus. Banyak harta kalau pada zaman ini. Bisa dilihat hampir seluruh wanita menyukai pria yang banyak duit dan kaya, walaupun fisiknya tak seberapa. Sebaliknya, pria lebih menyukai wanita yang mempunyai kualitas fisik yang sangat indah.

Begitulah kenapa kebanyakan wanita menghabiskan energi dan uangnya demi mempercantik fisiknya, agar mendapatkan pria yang tampan dan memilki harta yang berlimpah. jelas bukan!

 

Related posts

Loading...