Murid Ini Mengungkapkan Cinta ke Gurunya namun Ditolak 2 kali. Tak Disangka 20 Tahun Kemudian Ini Dia Kenyataannya

  • Whatsapp

Moly adalah gadis yang paling pendiam di kelasnya, sebab keluarganya miskin serta parasnya pun standard saja, hingga tetap tutup diri. Semenjak kelas satu SMU, Moly tetap duduk di pojok kelas sekalian membaca buku sendirian serta jarang bergaul dengan rekan sekelasnya.

Ia seperti Cinderella, satu waktu sesudah duduk di kelas III, seseorang guru lelaki Bernama Robert yang masih tetap single ditugaskan ke kelasnya. Guru berumur dua puluh delapan tahun yang masih tetap muda itu orangnya baik serta ramah.

Hari itu, Pak Robert memberikan satu pekerjaan pada tiap-tiap siswa untuk menggambar buku komik hari esok. Moly bingung sampai cuma dapat menggambar sekeping hati yang kelabu. Moly betul-betul bingung serta terasa terombang-ambing dengan bayangan waktu depannya.

Pak Robert menjadi guru cukuplah mengerti perilaku siswanya yang satu itu dia paham Moly ialah anak introvert, lalu untuk memotivasinya ia mencatatkan beberapa kata di belakang gambar Moly serta isi tulisan Pak Robert ialah: “Kamu gadis yang cantik! Semangat ya !! Moly langsung tersenyum semangat sampai sesudah insiden itu diapun menjadi gadis yang periang serta penuh semangat

Tidak perduli apa dalam kehidupan keseharian atau waktu belajar, saat memikirkannya, Moly jadi begitu semangat. Selesai lulus SMU, Moly sukses di terima dalam suatu kampus terkenal dengan hasil yang memuaskan, sesudah memperoleh surat pemberitahuan hari itu, mereka lalu membuat acara perpisahan di sekolah. Serta siapa kira diam-diam Moly menanyakan pada Pak Robert : “Pak Guru, saya ingin menikah denganmu, bolehkah?” Bertanya Moly pada Pak Robert

Pak Robert ketawa. Sekalian Membelai-belai ramnbutnya serta berkata, “Gadis konyol, kamu tidak bisa menikah dengan saya, sebab saya gurumu!”. Moly naik ke kereta ke arah ke kampusnya sekalian membawa sekeping rasa sedih serta satu keinginan besar jika satu waktu guru favoritnya itu nantinya ingin terima cinta tanpa ada melihat dianya menjadi manta muridnya. Sampai waktu libur kuliah pertama Moly kembali pada kampung halamannya. Serta dengan menyengaja bertandang ke almamaternya.

Tidak menyengaja ia berjumpa dengan Pak Robert, serta untuk ke-2 kalinya Moly kembali bertnya : “Pak bila saya ingin menikah denganmu, bolehkah?” Bertanya Moly penuh harapa kesempatan ini jawaban gurunya akan beralih, tetapi sayangnya Pak Guru Robert cuma tersenyum serta berkata, “Gadis konyol, kamu tidak bisa menikah dengan saya sebab saya gurumu, kamu mesti meyakini jika orang baik sepertimu nantinya pasti menikah dengan pria yang baik juga, bahkan bisa saja tambah lebih baik dariku”. Jawab Pak Robert sekalian tersenyum. Moly sudah cukup memahami makna penolakan dari jawaban gurunya. Ia juga kembali serta pergi membawa rasa sedih untuk ke-2 kalinya. Duapuluh tahun lalu ia sudah temukan pria yang baik, serta karier kedua-duanya berkembang cepat, tetapi tidak menyengaja dengan tidak diduga ia dengar berita jelek dari kampung halamannya, jika Pak. Robert menanggung derita sakit keras.

Moly mersa terpanggil serta ingin sekali berjumpa dengannya. Dengan kekasihnya, Moly kembali pada kampung halamannya bermaksud ingin menjenguk gurunya, sesudah datang di kampung ia baru mengetahui jika Pak Robert gurunya itu nyatanya masih tetap belum menikah sampai saat ini. Momok penyakit sudah menyiksa gurunya sampai kurus serta lemah. Tetapi di mata Moly figur gurunya masih tetap pancarkan ketampanan seperti di waktu kemarin. Sekalian meneteskan air mata susah ia lantas menanyakan padanya, “Pak Robert, bila waktu dapat berputar-putar kembali pada dua puluh tahun yang lalu, bolehkah saya menikah denganmu?”

Pak Robert lantas menggenggam tangan Moly sekalian tersenyum serta berkata, “Saya pun mengharap waktu dapat berputar-putar kembali, serta saya dapat kembali pada dua puluh tahun yang lalu untuk menikahimu serta menjadikanmu isteriku”. Tidak lama kemudian. Situasi Pak Robert makin alami penurunan, ia lantas dibawa ke rumah sakit serta selang beberapa saat diatasi ia lantas menghenbuskan nafas terahirnya. Dada Moly terasa sesak tidak dapat meredam kesedihannya. Tetapi walau demikian ia mesasa lega nyatanya harapannya dulu sebenarnya bersambut, akan tetapi Pak. Robert menutupi perasaannya sebab terasa tidak patut baginya bersanding dengan bekas muridnya.

Related posts

Loading...