Pada Zaman Ini Semua Orang Harus Rela Berkubang Lama Dalam Kesedihan, Tak Disangka Banyak Orang Yang Heran Pada Masa Itu

  • Whatsapp

Masyarakat pada era Victoria yang hidup sekitar akhir 1800-an terobsesi akan kematian. Ratu Victoria yang mengatur tren ini setelah kematian suaminya, yaitu Pangeran Albert.

Diketahui kalau Ratun Victoria hancur oleh kematian suaminya itu dan memilih untuk meratapinya sepanjang sisa hidupnya.

Sangat jarang seseorang melihat gambar Ratu tanpa pakaian berkabung penuh. Uniknya lagi, ada beberap daftar tentang peraturan tanpa akhir mengenai kematian, penguburan dan berkabung di era itu.

Dan bagi siapa pun yang tidak mengikuti peraturan itu, berarti telah melanggar perintah dan dianggap orang yang amoral.

Aturan-aturan ini sangatlah penting, sehingga tidak masalah kalau harus menimbulkan kesulitas keuangan bagi orang yang miskin.

Banyak yan gakan mulai menabung di masa muda untuk memastikan mereka akan memiliki penguburan yang layak.

Mati adalah percakapan yang terbuka dan berkelanjutan bagi orang-orang pada era Victoria. Ketika kematian sudah mendekat, tidak ada keraguan lagi bagi setiap manusia dalam menghadainya.

Keluarga tahu lebih dahulu jenis peti mati yang diinginkan, dimana mereka ingin dikuburkan dan apa yang ingin mereka pakai. Perempuan sering membuat kain kafan sendiri dan bahkan akan memasukkannya dalam mas kawin pernikahan nya.

Orang yang sekarat bahkan dapat memilih jenis peti mati yang dilengkapi lonceng, sehingga sewaktu-waktu mereka hidup kembali, lonceng bisa dibunyikan. Atau mereka juga bisa memilih untuk menenggak racun, agar kematian mereak bisa dipercepat, jelas, dan pasti.

Pada era tiu juga berkembang bisnis yang terkait pemakaman termasuk pembuatan peti mati, pembalsem, dan penggali kuburan. Itu adalah waktu yang sama saat pemakaman dipindahkan ke taman-taman desa, karean kota-kota itu sedang tidak ada ruang untuk menguburkan orang yang sudah mati, didaerah dekat rumah mereka.

Aturan etika yang dipakai dengan masa berkabung sangat lah banyak dan rumit. Itu mencakup juga berapa lama seseorang harus berkabung, untuk siapa, serta apa yang harus dipakai pada fase berkabung itu.

Ada juga aturan tentan gapa yang harus diikuti dalam pemakaman dan bagaimana berperilaku. Ada tiga periode berkabung yang berbeda yaitu, berkabung dalam, berkabung kedua, dan masa setelah berkabung.

Lama waktu untuk setiap periode akan tergantung pada hubungan dengan almarhum. Misal, perempuan harus berduka selama dua tahun setelah kematian suaminya itu.

Sementara masalah busana, pria hanya boleh mengenakan sarung tangan hitam dan setelah gelap.

Tiak ada aturan yang khusus bagi anak-anak, namun biasanya gadis kecil akan mengenakan pakaian putih. Sementara itu, aturan buat wanita sangatlah sulit dengan gaun yang tidak nyaman dan berbahaya.

Dalam fase berkabung kedua, wanita sudah diberi izin buat memakai perhiasan. Cincin, bros, dan loket mereka sering dibuat dari rambut orang yang sudah meninggal. Dikatakan bahwa Ratu Victoria memulai tren itu dengan selalu mengenakan liontin rambut Pangeran Albert.

Di era Victoria, tak pernah ada yang berfikir untuk mengatasi kesedihan masa-masa berkabung itu.

Karena hal itu akan bertentangan dan melanggar protokol yang diberlakukan sang ratu.

Related posts

Loading...