Penyakit Langka Yang Di Deritanya, Membuat Wanita Ini Menjadi Seorang Model Terkenal

  • Whatsapp

Tak ada orang yang menginginkan terlahir sakit, semua orang ingin hidup sehat sampai akhir hayat. Oleh karena itu, banyak orang sudah menerapkan pola hidup sehat. Meskipun menerapkan pola hidup sehat, tapi masih ada saja penyakit yang menghampiri. Bahkan diantaranya menderita penyakit yang tidak bisa diobati dan belum tau cara menyembuhkannya.

Banyak orang yang memiliki riwayat penyakit yang tidak bisa diobati. Hal ini membuat orang tersebut malu dan tidak berani untuk menatap masyarakat sekitar bahkan malu untuk menghampiri mereka. Meskipun begitu, ada juga orang yang tidak malu melihat kondisinya yang dialaminya.

Read More

banner 300250

Wanita Asal Minnesota ini contohnya, ia mengidap penyakit langka, dia terus berusaha, mewujudkan mimpinya dan tetap unjuk gigi didepan umum.  Sara Geurts berumus 26 tahun, ia menderita penyakit sidrom Ehlers-Danlos Dermatosparaxis. Ehlers-Danlos Dermatosparaxis(EDS), penyakit ini membuat penderitanya mengalama penyusutan atau penuaan dini. Meskipun masih muda, kondisi ini membaut Sarah terlihat seperti berumur 60 tahun. Kondisi ini mempengaruhi 1 dari 5.000 orang didunia.

Keanehan ini dirasakannya sejak berusia 7 tahun. ia kemudian didiagnosa mengidap penyakit langka ini pada usia 10 tahun. Penyakit ini tak hanya membuat nya terlihat tua, tapi juga merasakan sakit di daerah persendian, sehingga mengharuskannya untuk terapi fisik, pijat dan lainnya. Namun, perlahan dirinya mendapat dukungan penuh dari orang-orang sekitar untuk tidak menyerah dan malu pada keadaannya.

Berkat dukungan itu, Sara akhirnya bisa eksis dan mencoba peruntungan di dunia modeling. Karena bermimpi menjadi model, membuatnya terus berusaha meski dia sudah terlihat tua. Berkat keberaniannya unjuk gigi di hadapan publik, Sara berhasil menjadi seorang model di usia muda.”Setelah evaluasi diri, saya menyadari bahwa saya harus percaya diri, jika saya tidak percaya diri, saya hidup di dalam ketidaknyamanan,” ungkap Sara.

Ia mengaku, dengan tak percaya diri akan membuat pola pikir yang buruk dan menyebabkan stres. Yang dibutuhkan ialah mencintai diri dan membuat nyaman akan diri sendiri.

“Kepercayaan juga mempengaruhi hubungan sosial dan pribadi saya. Saya mengamati bahwa membenci bagian-bagian tertentu dari tubuh saya akan memicu pola pikir yang tidak sehat,” lanjut model ini.

Dia berharap dapat menginspirasi orang lain dan membuat mereka untuk mencintai diri mereka sendiri dan menjadikan ketidak sempurnaan sebagai sebuah kesempurnaan yang patut ditunjukkan kepada dunia.

Related posts

Loading...