Wanita Itu Memiliki Hobi Membuka “Arisan Jamban”, Setelah Mengetahui Tujuan Arisan Itu, Semua Orang Berebut Ikutan

  • Whatsapp

Kurangnya sosialisasi mengenai pendidikan kesehatan dan kebersihan dari lingkungan membuat desa-desa di Banten luar biasa kotor.

Bukan kotor disebabkan oleh sampah ataupun limbah semata namun kotor karena kotoran manusia. Hal ini menggerakkan seorang ibu yang berasal dari Banten bernama lingkungan desa di sana. Kisah yang Indah ini berawal sejak 10 tahun yang lalu saat ia berkunjung ke Desa Parigi di Pandeglang, Banten.

Saat mereka masuk desa, ia menicum bau yang tidak sedap, setelah diselidiki ternyata berasal dari kotoran yang berserakan akibatnya warga buang hajat sembarangan terutamadi balik-balik pohon. “Begitu masuk desa, baunya luar biasa, sudah kecium baunya. Perilaku yang seperti itu masuknya dalam satu desa. Jangan bayangkan sekarang, kepala desa juga rata-rata juga enggak memiliki jamban, jadi satudesa,” Kata Indah, Serang, Banten.

Kondisi seperti itulah yang menggerakkan Indah mengajak warga untuk mengubah perilaku mereka. Indah memutuskan memberi pendampingan bagi warga. Ia merangkul ibu-ibu setempat untuk memulai arisan tapi bukandengan sembarangan arisan, ini adalah arisan jamban. Indah ibu-ibu setempat akan mengumpulkan uang secara berkala dan uang yang terkumpul itu akan dipakai untuk membangun jamban sederhana.

Setelah Desa Parigi bebas dari masalah tersebut, Indah pindah ke desa lain. Indah pun membuat arisan dengan warga desa di wilayah Pandeglang dan Lebak. Sepuluh tahun berlalu, Indah mengatakan ada 50 ribu wargadari binaan yang perilakunya telah berubah. Dan saat ini berkurang hingga lebih ada 10 ribu jamban di Pandeglang dan Lebak dibangun dengan cara gotong royongtanpa bantuan dari pemerintah.

Dengan bantuan 10 relawan termasuk mahasiswa dan 1 orang koordintaor lapangan, pada akhirnya ia membebaskan desa dari kebiasaan warga yang buang hajat sembarangan. Selain dari pada itu, Indah juga membangun permodalan bagi UMKM dibawah bendera LAZ Harfa. Melalui lembaga ini, Indah mengajak ibu-ibu agar lebh mandiri dalam membangun ekonomi keluarga.

“Kita ingin masyarakat mandiri, punya kekuatan sendiri.Bantuan seperti halnya BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi kami tidak menyelesaikan masalah. Kami ingin masyarakat mandiri,” Kata Indah.

Related posts

Loading...